DWP 2016 Acara Rave Party Terbesar di Asia
Salah satu
talenta lokal yang paling ditunggu malam itu adalah Dipha Barus. Nomor
pamungkas ‘No One Can Stop Us’ dimainkan dengan diselingi pesan penuh makna
yang disuarakan oleh MC Drwe. “Malam ini kita berdansa untuk perdamaian dan
harmoni. Mari kita rayakan keberagaman yang dikaruniakan kepada negara
Indonesia. Apapun agama yang kamu percaya, ras atau etnismu, dan asalmu, kita
tetap bersatu sebagai satu Indonesia. Satu dunia dengan teman-teman dari
seluruh dunia. Bhinneka Tunggal Ika!”, ucap MC Drwe sambil mengibarkan bendera
merah putih yang berhasil membuat semua penonton yang hadir bersorak. Di DWP
2016, Dipha juga sekaligus mengenalkan nomor terbarunya yang berjudul ‘All
Good’ berkolaborasi dengan Nadin.
Sekitar jam 23.30 WIB, the dynamic duo asal Belanda, W&W
langsung menggebrak dengan beberapa mainstream
hits seperti ‘Hymn For The Weekend’, ‘Faded’, ‘Runaway’, dan salah satu
nomor fenomenal dari The Chainsmokers, yang menjadi salah satu lagu yang paling
banyak dimainkan di DWP 2016, yakni ‘Don’t Let Me Down’.
Setelah tampil di DWP 2015 lalu,
tampaknya permintaan mendatangkan DJ Snake masih begitu tinggi. DJ Snake
langsung membuat crowd lebih
liar dengan nomor ‘Propaganda’, ‘Turn Down For What’, ‘Get Low’, ‘Let Me Love
You’, ‘Lean On’, dan klimaksnya di ‘Middle’. “I want everybody take out your cell phone, turn the lights on and put
your hands up in the air” ucap DJ Snake di akhir performnya, sembari
mengibarkan bendera Indonesia.
Kejadian unik sekaligus mengharukan
terjadi saat chorus nomor
‘Get Low’, saat DJ Snake memberi instruksi kepada penonton untuk jongkok, momen
tersebut dimanfaatkan oleh seorang pria untuk melamar seorang kekasihnya.
Meskipun April lalu, Hardwell sempat
datang ke Jakarta dalam rangka United We Are World Tour 2016, tampaknya
antusias untuk mega bintang asal Belanda ini selalu tinggi, terlihat dari crowd yang sangat sesak saat Hardwell
tampil. Sebagai klimaksnya, pertunjukan megah kembang api di langit Jakarta
menjadi tanda berakhirnya penampilan Hardwell.
Kontributor : Farhan fathul malik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar